Ananias dan istrinya menjual sebidang tanah, lalu hasil dari penjualan tersebut ditahan sebagian dan lainnya diberikan di bawah kaki rasul sebagai persembahan. Perbuatan tersebut adalah perbuatan yang mendustai Roh Kudus. Tuhan menghukum mereka melalui pengadilan Petrus.
Bacaan ini, mengajarkan kita untuk jujur dan tulus dalam setiap perbuatan karena setiap perbuatan dusta pasti ada konsekuensinya. Jangan hanya berbuat baik di depan manusia saja tetapi juga harus berbuat baik dan benar di hadapan Allah.
Bersyukur saat kita mungkin pernah berbohong, kita masih diampuni Tuhan. Sehingga dari kisah ini kita dapat belajar untuk berintegritas dalam segala hal. Kita juga perlu melihat diri kita saat berbuat baik apakah motivasi kita sudah benar atau belum.
Miliki hati yang jujur, tulus, dan berbuatlah baik dengan motivasi yang benar. Kita jangan berbuat dusta kepada orang lain. Jadi kita perlu berintegritas dalam hal apapun itu dan berbuat baik dengan tulus. – Gabriella (Earnest SMA)




