Kita adalah garam dunia yang memiliki kegunaan untuk memberi rasa. Jika garam itu tawar, maka sudah tak berharga lagi lalu dibuang. Kita juga sebagai terang dunia. Tidak mungkin orang menyalakan pelita lalu menutupinya. Orang-orang pasti akan menaruh pelita di depannya agar ia bisa melihat jalan di depannya dengan baik.
Sebagai garam, kita bertugas memberi rasa, menyebar kasih pada dunia. Kita ini seperti pelita dengan perbuatan kita agar orang di sekitar kita dapat melihat Yesus di dalam kita dan mereka dapat datang pada-Nya.
Saya bersyukur Tuhan memberi saya kesempatan menjadi terang dan garam dunia sehingga dapat mengubah dunia melalui perbuatan baik, kasih, dan kesetiaan saya.
Saat ini dunia semakin tidak mengenal kasih, oleh karena itu sebagai anak yang dipilih untuk mengubah dunia menjadi lebih baik, saya akan melakukan perintah-Nya dengan segenap hati dan melakukan perbuatan baik dengan sukacita agar orang-orang dapat melihat Yesus di dalam saya dan kiranya mereka akan datang pada-Nya. – Jeddidiah (6B SDM)




