Hati Paulus sangat sedih saat melihat Athena penuh dengan patung dan berhala. Melihat hal itu Paulus bertukar pikiran dengan orang-orang yang ditemuinya baik orang-orang Yahudi ataupun ahli-ahli pikir yang takut akan Allah. Dia menjelaskan tentang Tuhan yang Hidup dan mengajak mereka untuk bertobat. Beberapa orang kemudian percaya dan mengikutinya namun ada juga yang berpikir bahwa Paulus sedang mengajarkan dewa-dewa asing.
Menjadi seperti Paulus memerlukan iman yang kuat. Dia berani memberitakan Injil di Athena, tempat yang penuh patung dan dewa tak dikenal. Paulus yakin bahwa Tuhan bersamanya. Upaya yang dilakukan Paulus dalam pekabaran injil berhasil membawa beberapa orang pada jalan kebenaran.
Bersyukurlah karena kita punya Alkitab yang terdapat pengetahuan akan Allah dan kebenaran, kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari kebenaran karena kita memiliki Alkitab.
Marilah kita memberanikan diri untuk memberitakan Injil melalui apa yang kita miliki saat ini supaya Injil cepat tersebar. – Yefta (Philadelphia Secondary)




